Langsung ke konten utama

Postingan

Beginilah lahirnya generasi Shalahuddin Al Ayubi

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (Q.S. Al-An’am:90) “ Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. Yusuf ) Sejarah tidak datang dengan hal yang baru. Ia hanya akan terus berulang dengan pemain peran, tempat dan waktu yang berbeda. Ia memberi kesempatan siapapun yang berjalan dengan 24 jam waktu yang disediakan Allah. Sejarah begitu mahal dan agung. Ia bukan hanya catatan dari masa lampau, bukanlah ingatan kenangan-kenangan belaka. Sejarah adalah pelajaran, ibrah untuk mereka yang mau berfikir. Ia adalah lembaran hidup yang penuh kisah untuk diambil jadi panduan berjalan. Ibnu Khaldun menyebutnya tentara-tentara Allah.           Al-Qur’an mengisyaratkan banyak titik-titik sejarah untuk diilhami oleh akal yang mau berfikir. Dari kisah para nabi, rasul, para raja yang angkuh dan yang bijak. Diceritakan ju...

Surat Makkiyah dan Surat Madaniyah

Dalam pembahasan istilah surat Makkiyah dan Madaniyah, ahlul ilmi terbagi menjadi tiga pendapat : Pertama, Surah Makkiyah adalah yang turun sebelum hijrah Rasulullah ke Madinah. Adapun surah Madaniyah adalah yang turun setelahnya, baik yang turun di Mekkah atau di Madinah, saat tahun fathu makkah atau tahun haji wada' atau yang turun dalam perjalanan-perjalanan. Diriwayatkan Usman ibn Sa'ad ar Razi dengan sanadnya ke Yahya ibn Sallam ia berkata "Apa yang turun di Mekkah dan apa yang turun di jalan menuju Madinah namun belum sampai ke Madinah, maka itu adalah Makkiyah. Adapun yang turun dalam perjalanannya Rasulullah setelah tiba di Madinah maka ia Madaniyah." Kedua,  Surah Makkiyah adalah surah yang turun di Mekkah walau setelah hijrah Rasulullah dan Madaniyah adalah yang turun di Madinah. Diriwayatkan At Thabrani dalam " Al Kabir" dari periwayatan Tharib Walid ibn Muslim dari Ufair ibn Ma'dan dari ibnu Amir dari Abu Umamah, ia berkata, ...

Ka’bah dan Iman

Ka’bah dan Iman (Oleh : Ibnu Ahmad Harahap)           Sangat mendalam pesan yang ditinggalkan oleh Fudhail ibn Iyadh radiyallahu’anhu dalam salah satu perkataannya, “Betapa banyak yang berthawaf di rumah ini (Masjidil Haram) akan tetapi selain mereka lebih baik darinya dan lebih banyak mendapat ganjaran dari mereka yang berthawaf.” (Imam Nawawi, Bustanul Arifin diriwayatkan dari Imam Syafi’I rahimahumallah )           Ka’bah yang menjadi syiar dari kegiatan umrah dan haji, juga menjadi kiblat umat muslim di seluruh dunia. Lima waktu dalam sehari semalam umat Muslim menghadap ke arahnya, mereka yang ada di pedalaman hutan ataupun tinggal di perkampungan yang asri atau juga mereka yang hidup di tengah keramaian kota.           Dewasa ini di tengah berkembangannya tekhnologi, muncul satu dampak buruk bagi umat Muslim, terkhusus pada mereka yang p...

BIOGRAFI BUYA HAMKA

         Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan, dan juga politikus yang sangat terkenal di Indonesia. Buya HAMKA juga seorang pembelajar yang otodidak dalam bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Hamka pernah ditunjuk sebagai menteri agama dan juga aktif dalam perpolitikan Indonesia. Hamka lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun. Hamka juga diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906. Beliau dibesarkan dalam tradis...
Semangat Ayah + Do’a Ibu = Kesuksesan Oleh : M.Yusuf Habibi Harahap 02 Maret 2015. Saat dimana pertama kali kaki menginjak tanah penuh berkah ini. Negeri saksi Rasulullah berhijrah bersama sahabatnya. Negeri saksi perjuangan Rasul terakhir dan penutup risalah kenabian. Tanah dimana sejarah umat ini tercatat dengan indahnya. Negeri yang Rasulullah bertutur tentangnya “adalah lebih baik jika kamu mengetahuinya”. Ea, Kota Madinah Munawwarah. Negeri yang selalu dirindu jika sudah meninggalkannya. Negeri dengan semua ketenangannya. Betapa tidak. Di tanah ini, Rasulullah dimakamkan. Di negeri ini, Masjid Rasulullah dibangun. Masjid yang shalat di dalamnya mendapatkan keutamaan 1000 kali lipat dibandingkan dengan masjid-masjid yang lainnya. Adakah kemudian nikmat-Nya yang pantas didustakan? Di tahun 2009 ayah dan ibuku mendapatkan kesempatan memenuhi panggilannya menunaikan ibadah haji. Saat itu ayah banyak bercerita setelah kepulangannya tentang dua kota suci yang beliau singg...

DDS (Dari Diri Sendiri)

" Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum sebelum merubah diri mereka sendiri " (Q.S. Ar-Ra'd:11 ) Mayoritas kita terlalu memikirkan hal-hal besar tetapi melupakan hal kecil yang terpenting dengan maksudnya terlalu jauh memikirkan negara, keluarga, anak didik, teman dll, namun melupakan diri sendiri. Berkata seorang ayah "Aku ingin merubah anak-anakku". Alangkah baiknya si ayah merubah dirisi terlebih dahulu. Berkata seorang guru "Aku ingin merubah murid-muridku ". Hendaklah berubah si guru terlebih dahulu. Berkata seorang pemuda " aku ingin merubah negaraku ". Hendaklah ia orang pertama yang melakukan perubahan itu.  Sebenarnya tidak masalah sama sekali memikirkan hal hebat tersebut, yang salah adalah terlalu memikirkan hal hebat tapi melupakan hal kecil yang terpenting. Maka dari itu, mari kita pikirkan kedua hal tersebut hal hebat dan hal penting. Langkah nya mungkin simple dengan setiap hari mengore...

RESENSI BUKU (KENAPA UMAT ISLAM TERTINGGAL)

Tentang Buku           Sejarah mencatat, kaum Muslimin pernah dominan di sepenggal masa. Itulah saat peradaban manusia berkembang pesat., kedamaian menjadi panglima dan kebajikan mendunia. Kala itu, umat Islam membawa obor penerangan. Di tangan merekalah kunci kebaikan.           Semua hal indah itu kini tinggal kenangan. Lihatlah bagaimana nasib umat Islam sekarang. Betapa tertinggalnya dari umat lain. Alangkah terpuruk nasibnya jika dibandingkan dengan kemajuan bangsa Eropa, Amerika, Jepang ataupun Cina. Sudah sekian abad, umat Islam tidak kunjung bergerak meraih kemajuan positif yang dicita-citakan. Memang benar kata pujangga: “Ada dua hal yang waktunya tak terukur: sampai kapan tidurnya seseorang dan sampai kapan tertinggalnya sebuah umat”           Berpijak dari kenyataan ini, umat Islam perlu menghayati wejangan Syakib Arslan. ...