Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Hilangnya Tanda Tanya

" Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Hasyr:18) Mahasiswa yang hidup dalam kesehariannya berpacu dalam hitungan detik mengejar langkah demi langkah yang ditetapkan kampusnya hingga sampai di gerbang wisuda. Semuanya akan wisuda, walau berbeda waktu dan tanggalnya. Seorang guru juga akan bersikap sama. Pagi datang mengajar, jika tiba waktu pulang tiba, ia akan kembali ke rumahnya dengan pelbagai pekerjaan yang sudah menanti. Pada masanya, seorang akan bertemu pada titik akhirnya dan masuk pada masa yang lain dengan keadaan dan tugas yang lain. Seorang pemuda jika sampai pada akhir titiknya, akan bertempat di atas pelaminan dan kemudian masuk pada keadaan yang baru, tugas dan kewajiban yang baru, yang tentunya tidak sama dengan sebelum ia duduk di atas pe...

Menebak Peran Kita

Ada seorang laki-laki mengatakan; 'Wahai Rasulullah, apakah penghuni surga dan penghuni neraka telah diketahui? ' 'Iya' jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Orang tadi bertanya lagi; 'lantas apa gunanya orang beramal? ' Nabi menjawab; "setiap orang mengamalkan sesuai dengan kehendak penciptannya, -atau- kepada yang dimudahkan baginya." (H.R Bukhari) Hakikat penciptaan yang sering terlupakan, membawa kita pada langkah-langkah salah dan keluar dari garis perintah. Semuanya memberi dampak, kecil dan besarnya pada diri, masyarakat atau sebuah bangsa. Sebuah masyarakat tanpa tantanan yang baik, akan merusak pada setiap kegiatan manusia yang hidup di dalamnya. Manusia sendiri pun tak kalah pentingnya sebagai unsur utama dalam membentuk satu kumpulan yang baik. Membentuk manusia bukanlah semudah membangun bertingkat-tingkat bangunan pencakar langit. Ia adalah susunan hebat dari daging, akal dan hati yang beragam bentuk dan karakternya. Meny...

Menyempurnakan yang Belum Sempurna (Bagian II)

Suatu saat Buya Hamka ditanya, apakah sebabnya umat Islam sekarang tidak seperti umat Islam zaman dahulu dan umat Islam jau tertinggal dari umat lain? Buya menjawab, “Sebab soal maju dan mundurnya umat Islam itu bukanlah suatu hal yang terjadi secara tiba-tiba, tapi satu proses sejarah yang berlangsung melalui priode demi priode atau melalui beberapa kurun waktu”           Melanjutkan tulisan sebelumnya, menyempurnakan yang belum sempurna dari apa yang hendak kami sampaikan. Hebatnya peran media sosial memainkan ‘ajakan’ ini membuat banyak generasi mengambil hiburan dengannya dan bahkan menghabiskan waktu di dalamnya. Akibatnya banyak hal yang terabaikan dan terlantarkan. Tugas-tugas masa muda pun terlupakan sebab ‘dimabuk’ hal hal itu.           Sekolah yang dijalanin pun hanya sekedarnya, tak mengambil hal-hal di luarnya untuk membekali diri yang akan melangkah ke depan. Kampus-kam...

Menyempurnakan yang Belum Sempurna (Bagian 1)

      Hingga saat kami mulai menggerakkan jemari ini di atas keyboard notebook yang sudah sangat menua, satu pikiran kami melayang pada satu masa yang teramat indah. Suatu malam di bawah gemerlapnya bulan yang sudah menampakkan wujudnya. ‘owh, sudah masuk bulan baru hijriah’ tutur ibu kepada kami. Saat itu adalah dimana kami bersama kakak dan adik duduk di teras berbincang ria setelah shalat isa’. Kebiasaan yang sering kami lakukan sejam atau setengah jam untuk sedikit berbagi kisah atau mendengar nasehat ibu. Saat-saat seperti ini selalu menjadi yang kami nanti saat liburan kuliah. Jarak jauh memisahkan kami untuk mendapatkan momen bahagia itu.           Cerita tadi bukanlah maksud dari kami menulis tulisan ini. Adalah satu fenomena yang kami merasa sangat ‘getol’ membuyarkan masa muda hari ini dari setiap lamunannya. Satu keadaan yang menyentakkan generasi muda, namun disaat yang sama mengembalikan mereka pada lamunan ...

Panglima Allah itu Sa'ad

Tepat pilihan Amirul Mu'minin Umar ibn Khattab saat menunjuk sahabat mulia, singa medan perang Sa'ad ibn Abi Waqqash sebagai panglima membawa pasukan hebat dari Kota Madinah menuju Madain untuk penaklukan sekaligus jihad di jalan Allah. Musuh sudah bersiap di seberang sungai dengan jumlah yang berlipat banyaknya. Saat itu panglima menyerukan pada pasukan berkuda untuk maju menyebrangi sungai. Dengan Ashim ibn Amru menjadi kepala pasukan, berangkatlah pasukan kuda menyeberangi sungai tanpa kendala dan bertempur di pinggir sungai dengan gagah berani dan berakhir dengan kemenangan umat Muslim. Di seberang sungai, Sa'ad masih bersama dengan pasukan biasa. Beberapa saat kemudian, sang panglima memerintahkan untuk menyeberangi sungai. Di tengah air yang semakin bertambah dan arus yang hebat, mereka melangkah menembus semua itu. Sa'ad memerintahkan saat menyeberangi sungai itu mengucapkan "Nasta'inu billah waa natawakkalu 'alaihi. Hasbunallah waa ni'm...