Langsung ke konten utama

Hilangnya Tanda Tanya


" Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Hasyr:18)
Mahasiswa yang hidup dalam kesehariannya berpacu dalam hitungan detik mengejar langkah demi langkah yang ditetapkan kampusnya hingga sampai di gerbang wisuda. Semuanya akan wisuda, walau berbeda waktu dan tanggalnya.
Seorang guru juga akan bersikap sama. Pagi datang mengajar, jika tiba waktu pulang tiba, ia akan kembali ke rumahnya dengan pelbagai pekerjaan yang sudah menanti.
Pada masanya, seorang akan bertemu pada titik akhirnya dan masuk pada masa yang lain dengan keadaan dan tugas yang lain. Seorang pemuda jika sampai pada akhir titiknya, akan bertempat di atas pelaminan dan kemudian masuk pada keadaan yang baru, tugas dan kewajiban yang baru, yang tentunya tidak sama dengan sebelum ia duduk di atas pelaminan itu.
Ada semacam aib bagi kita dalam perjalan bersama waktu, meninggalkan satu hal, atau juga melupakannya. Ia adalah tanda tanya. Sering waktu berjalan, namun akal yg mulia yang Allah berikan kepada kita, tidak dipakai untuk memunculkan kata ini. Sehingga berlalunya waktu hanya dianggap sebagi masa lalu dan ingatan yang sudah lampau.
Tanda tanya hilang sebab kita disibukkan memikirkan hal-hal yang sepele dan melalaikan yang penting. Akibatnya kita hanya bisa hidup di catatan kaki pekerjaan dan hasil karya orang-orang hebat. Kita tidak bertanya apa yang menjadi kekurangan ibadahku di beberapa hari yang lalu? Apa pengaruh nya sampai hari ini? Hari esok, bagaimana menyempurnakannya?
Pertanyaan seperti ini selalu tiada di dalam diri kebanyakan seorang muslim.
Dr Abdullah Karim Bakkar menyebutkan bahwa sebab terpuruknya umat ini adalah hilangnya tanda tanya dari akal dan pikiran mereka. Di saat umat lain memunculkannya dengan sangat gemilang, walau banyak yang melampaui batas, namun itu membuat mereka tidak 'pasrah' hidup di dalam catatan kaki sejarah.
Memunculkan tanda tanya, membuat kita insaf akan kekurangan, paham betul letak kesalahan, mencari penambal kesemuanya dan membuat langkah-langkah baru untuk masa yang akan datang.

Wallahu'alam bis shawab

Madinah, 08 Jumadil Awwal 1439 H

Komentar