Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Imam Malik berdiri di tenagh
teriknya panas matahari hanya untuk
Menunggu gurunya Nafi’ keluar dan
mengajarkannya satu Hadist Rasulullah.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Imam Syafi’I menulis di atas
tulang-belulang
Karena tidak sanggup membeli kertas.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Imam Ahmad berjalan kaki dari
Baghdad menyusuri negeri-negeri asing
Untuk berguru pada ahli hadist dan
ulama-ulama dunia.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Imam Bukhari berjalan berpuluh-puluh
kilo untuk mencari hadist dan mengumpulkannya.
Kemudian ia tawakkalkan dengan
memanjatkan pinta di shalat dua raka’at pada setiap
Menuliskan hadist Rasulullah di
‘shahihnya’
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Imam Muslim an Nisaburi menghabiskan
malamnya untuk
mencari hadist yang ia tidak
ketahui.
Hingga ia lupa menuangkan air ke
tenggorongkannya
setelah ia menelan kurma di saat
makan malamnya.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Ibnu Hajar menuliskan Fathul Bari
nya selama 32 tahun lamanya.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Ibnu Duraid menjual bukunya
‘jamarah’ yang ia tulis
Selama 60 tahun hanya karena hajat
menafkahi keluarganya.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Mereka jaga agama ini untuk kami.
Namun kami dimana untuk mereka?
Ya Rabb..
Bahkan untuk mendengar namanya kami
menolak.
Bahkan untuk mencari tahu sosok
mereka kami enggan.
Bahkan untuk membaca karya-karya mereka
kami arahkan 1001 alasan.
Ya Rabb..
Dimana kami dari mereka?
Wallahu’alam bis shawab
Madinah,
02 Dzulhijjah 1437 H

Komentar
Posting Komentar