Betapa
kami sangat miris melihat apa yang menjadi pemandangan biasa di tengah-tengah
masyarakat, dari ketidakperduliaannya pemuda Islam dengan apa yang diminta
bangsa dan agamanya darinya. Hiduplah banyak dari mereka dalam gemerlap masa
muda yang penuh foya-foya. Dihiasilah keseharian dengan kemewahan yang
dipaksakan. Betapa tidak, mereka hanya memaksa orangtuanya ‘mendadaninya’
dengan kehidupan yang serba mewah. Betapa pemandangan yang sangat mengiris
hati. Adakah sedikit saja mereka memikirkan bangsanya, agama?
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang
yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang
mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah
mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang
benar.” (Q.S. An-Nisa’:09)
Buya
Hamka berpesan , “Hai pemuda Muslimin! Di dalam sudut dari hatimu, dibawah
sanubari yang dalam sekali tersembunyilah suara kekuatan besar. Kekuatan yang
sewaktu-waktu dapat mengubah dunia. Hanya hawa nafsumu, dunia setanmu, itulah
kerap kali menjadi Abu Jahal dalam dirimu sendiri menghalang-halangi
kebangkitan tenaga itu”
Hari
ini dunia Islam berduka. Betapa tidak, Islam dihantam dari semua sisi, berharap
musuh-musuh Allah agar agama Islam hilang dari dunia ini. Dimulailah dengan
pembantaian dan Genosida di negeri-negeri Islam. Dunia diam dan bisu. Di sisi
yang lain, umat Islam yang lain juga ikut diam dan tidak ambil pusing. Hampir-hampir
hilang cemburu dan cinta kita. Disaat saudara-saudara kita di Palestina
dibantai dengan sangat biadab, kita hanya DIAM. Disaat saudara-saudara kita di
Suriah menangis memohon uluran tangan dan do’a-do’a, kita hanya DIAM.
Sudah
tidak lagi sanggup tangan kami untuk meneruskan menulis keadaan umat saat ini.
Sebagai penutup, sebuah nasehat dari Buya Hamka, “ Di dalam Al-Qur’an
diingatkan tiga perkara yang tidak boleh terpisah. Harus sanggup menjalani
ketiga-tiganya itu dengan bertingkat, barulah iman dapat dipandang. Pertama, iman,
kedua hijrah, ketiga jihad.”
“Dan
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan
orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada
orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.
Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (Q.S. Al-Anfal:74)
Komentar
Posting Komentar