Sudahi dengan semua hal yang sia-sia itu. Umur semakin berkurang
dengan berjalannya waktu yang tiada berhenti. Detik yang dilalui juga kelak
akan ditanya tentang masa yang sudah dihabiskan. Nikmat yang sudah dihabiskan
untuk hal itu juga akan ditanya. Tiadakah melihat tanda-tanda kebesaran Allah
pada mereka yang sudah diberi peringatan karena ulah dan perbuatan mereka.
Janganlah kemudian menjadi penyesalan ketika tiada lagi yang bisa menjadi saksi
dan penolong kecuali amal dan perbuatan.
“Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S. Al-‘Ashr:1-3)
Kemudian dengan ilmu yang didapat, sudahkah menjadi penuntun
berjalan? Apakah ia hanya menjadi tumpukan pengetahuan yang ada di dalam
kepala. Menjadi hal yang dibangga-banggakan di hadapan manusia? Benar kemudian
sebuah hikmah ulama mengatakan, “siapa yang bertambah ilmunya namun tiada
bertambah hidayahnya, tiadalah bertambah darinya kecuali semakin jauh dari
Allah”
Amanah masa muda adalah amanah yang teramat berat. Betapa tidak. Di
masa ini Allah berikan begitu banyak nikmat dan pemberiannya. Darinya kemudian
dituntut menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Di masa ini Allah berikan nikmat
sehat dan kuat yang tiada diberikan di masa sebelumnya.
Di masa ini juga Allah berikan pemberian akal yang bisa berfikir
banyak. Di samping itu juga Ia berikan nikmat semangat yang besar. Akankah
semua nikmat akan kita pergunakan pada hal-hal yang mendatangkan murka Allah.
Masa ini akan menjadi masa yang mulia, jika ia diarahkan pada
pemanfaatan semua nikmat tadi untuk berjalan di jalan-Nya. Dan akan jadi masa yang hina, jika dihabiskan
semua nikmat itu untuk hal yang sia-sia. Inilah amanah masa muda yang Rasulullah
sampaikan,
“Kaki anak adam tidaklah bergeser pada hari kiamat dari sisi
Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang masa mudanya untuk apa dia
pergunakan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana dia infakkan dan
tentang apa yang dilakukannya dengan ilmunya.” (H.R Tirmidzi)
Maka menjadikan masa ini adalah masa yang penting, akan membawa
satu semangat untuk terus mengisinya dengan amal kebaikan. Lebih dari itu, masa
ini juga seharusnya diarahkan untuk lebih banyak memberi manfaat kepada umat.
Diberikan lebih banyak untuk perjuangan agama dan bangsa. Perjuanan yang sudah
selayaknya dipegang oleh generasi mudanya.
Madinah, 09 Dzul Qo’dah 1437 H / 13 Agustus 2016

Komentar
Posting Komentar